Senin, 01 Oktober 2012

Jenuh Hati Pada Langit Malam

Matahari kembali keperaduannya
senja menjemput malam... 

Tak ada nuansa baru malam ini
wajah langit begitu hambar tak berekspresi 
layaknya karikatur tak bermakna

Tak ada jungkalan senyum
juga tak ada riak duka diwajahnya

langit berubah menjadi dingin dan tak bermurah hati..
langit tak pernah bertegur sapa lagi pada para penghuninya.. 
langit tak lagi menjamah deruan pencintanya

entah kapan semua ini berawal
tak ada yang tau persis

langit , langit dan langit...
sungguh..
tak teramalkan yang terjadi padanya
sungguh..
tak ada yang mampu menduga hatinya
sungguh..
tak ada yang bisa mengukur laranya

mungkinkah risaunya tak terbendungi
mungkinkah laranya begitu perih
atau mungkinkah ia butuh sandaran...???

Langit... tak bisakah berucap sekali ini saja..
jika tak bisa berucap maka berilah isyarat ..

..........

sepekan sudah langit begitu menjenuhkan
memberinya tali..  biarlah langit yang memegang kendali..
namun,,,, tak mampu mengubah apapun
hati kemudian berbuncah kesal
dan berbalik mengubah niat..
atau mungkin hati pun telah lelah
menanti langit yang tak kunjung mengubah haluan

untuk kali ini biarlah langit
menentukan alurnya
tak ada yang bisa mengubahnya

jika suatu saat langit telah kembali hangat dan riang...

undanglah hati yang mampu menjadi sandaran bagi langit
yang mampu mencairkan kebekuan langit
yang mampu meluruskan alur langit ketika membengkok
Dan yang mampu menunggu  ketika langit kembali dingin hingga batas waktu yang tak tentu....





2 komentar:

  1. lumayan bagus puisinya caly

    N.B : baa caly ngapain nunggu yang tdk jelas, msih bxk yg lebih baik :)

    BalasHapus
  2. hehehhehhh... dirimuhh bisa sajah caly
    *T.U caly.. :D

    BalasHapus