Layaknya "Apel Busuk" kata mereka...
Meski hanya 1/1000
dari apel tersebut yang rusak
namun tetap saja namanya tetap "Apel Busuk"
belum pernah mereka menyebutnya "Apel Setengah Busuk"
mungkin terlalu rumit.
mereka juga menamai kami "brutal, gaduh, rusak moral, preman pasar.... dan kata-kata pedas lainnya"
ketika bersorak-sorak ... dan berkoar-koar sampai urat leher muncul kepermukaan sekali pun
mereka tetap tutup mata.. sepertinya kesalahan kali ini "sangat fatal" tak ada maaf lagi...
perumpaan sekantong " cat putih " yang dengan sengaja ditetesi setitik "cat hitam"...
maka rusaklah semua.
kami betul-betul "rusak parah" karena 1/1000 "apel busuk" dan setitik "cat hitam" itu...
walau kami tak mesti hidup dari omongan, gunjingan, dan penilaian orang lain...
tapi sungguh hati kami pun tersayat... hati kami pun bisa rapuh
dari dulu ketika mereka berkoar-koar menghujat kami, menggunjingkan kami..
ingin ku teriakkan
"akulah bukanlah diantara 1/1000 apel busuk itu bukan pula setitik cat hitam yang mereka maksud"
terkesan membela diri .. menaikkan famor sendiri...
karena begitulah nyatanya..
Jangan menilai kami hanya dari aksi "brutal dan preman pasar kami.... "
dibalik 1/1000 apel yang busuk masih ada kami 999 yang tidak busuk
kami ini tidak sepenuhnya rusak ... tidak sepenuhnya busuk seperti yang selalu mereka gunjingkan...
created By Khaerun Nisa